Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 21 Juni 2013

Makanan, kesehatan, penyakit dan pencegahanya



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Makanan adalah kebutuhan sehari-hari bagi manusia, Kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Jika tubuh sudah tidak sehat, maka untuk melakukan aktivitas sehari-hari kurang maksimal bahkan ada yang tidak bisa melakukannya karena kendala kesehatan. Oleh sebab itu jika kita igin tubuh kita sehat terus dan terhindar dari bibit penyakit, kita harus tahu apa sih sebenarnya sehat itu, dan bagaimana cara kita mendapatkan tubuh yang selalu sehat?
Di sini kami akan membahas tentang apa itu makanan sehat dan bagaimana cara kita menjaga kesehatan kita. Kami juga akan membahas macam-macam penyakit, mulai dari penyakit menular, tidak menular sampai penyakit yang menurun. Kami juga akan membahas cara untuk mencegah agar terhindar dari penyakit tersebut. Minimal berusaha untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui tentang pendidikan kesehatan, berawal dari diri kita sendiri.

B.       Rumusan Masalah
1.      Jelaskan makanan yang sehat dan kesehatan bagi manusia!
2.      Sebutkan dan jelaskan berbagai macam penyakit bagi manusia!
3.      Jelaskan pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit!
C.       Tujuan
1.      Menjelaskan makanan yang sehat dan kesehatan bagi manusia
2.      Menyebutkan dan menjelaskan berbagai macam penyakit pada manusia
3.      Menjelaskan cara mencegah agar terhindar dari penyakit





BAB II
KESEHATAN, PENYAKIT dan PENCEGAHANNYA

A.      Pengertian Kesehatan
       Menurut WHO (1974) yang dikutip oleh Effendi (1995), sehat adalah keadaan yang sempurna dari fisik, mental, social, jadi tidak hanya bebas dari penyakit dan bebas dari kelemahan. Sehat juga ditentukan oleh kesempurnaan keadaan jasmani, rohani, dan social seseorang. Sedangkan menurut UU Kesehatan RI No. 9 tahun 1960 dan UU No. 23 tahun 1992 Kesehatan ialah: Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomis.
       Kesehatan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh manusia. Karena jika kita sehat maka aktivitaspun akan lancar. Sebaliknya jika badan kita kurang sehat, maka aktivitas yang kita lakukan kurang maksimal atau bahkan tidak bisa beraktivitas sma sekali. Oleh karena itu, kita harus tahu tentang kesehatan kita, setidaknya kita tahu tentang diri kita sendiri. Apabila kita merasa sakit sebaiknya kita langsung memeriksakan ke dokter atau puskesmas terdekat untuk mencegah agar rasa sakit yang kita rasaan tidak menjadi parah.
       Penyakit ada yang menular dan ada pula yang tidak menular. Ada penyakit yang merupakan bawaan dari orang yua atau nenek moyang kita, misalnya saja asma. Baik penyakit menular, tidak menular ataupun bawaan dapat muncul jika tubuh kita kurang fit atau kekebalan tubuh kita menurun. Agar penyakit tidak menyerang pada tubuh kita, sebaiknya kita mencegahnya terlebih dahulu. Upaya yang bisa dilakukan kita ntuk mencegah agar tidak mudah terserang penyakit adalah dengan makan makanan yang sehat dan gizi seimbang, rutin berolah raga, memjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari stress yang terlalu berat. Stres juga dapat menyebabkan kita mudah terjangkit penyakit.
B.   Makanan yang sehat
       makanan yang sehat adalah yang memenuhi 4 sehat dan 5 sempurna yaitu
. Makanan Pokok
Makanan yang selalu kita makan setiap hari adalah makanan utama yang sangat berfungsi sebagai sumber tenaga bagi tubuh untuk dapat mampu malakukan aktifitas sehari-hari.
Jenis makanan ini mengandung zat yang bernama karbohidrat.
Contoh nasi, jagung, oat, kentang, gandum / tepung terigu, serta umbi-umbian lainnya.

2. Lauk-Pauk
Lauk adalah sebagai salah satu teman dari makanan yang mengandung karbohidrat yaitu seperti contoh nasi.
Tanpa Teman bagai taman tak berbunga jadinya :)
Lauk biasanya mengandung protein yang berguna untuk mengganti sel – sel tubuh yang rusak.
Berfungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pembangun pada tubuh.
Misalnya yaitu tempe, tahu, telur, daging, ikan, dan lain-lain.

3. Sayur-Mayur atau sayur – sayuran
Sayur-sayuran juga teman makanan dari nasi yang mengandung karbohidrat. pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh dan memiliki banyak vitamin untuk tubuh.
Contoh : Kangkung, bayam, terong, tomat, cabe, kacang panjang, kol gepeng, labu siam, dan lain sebagainya.

4. Buah – buahan
Mirip dengan sayur mayur, buah-buahan pada makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan zat pengatur pada tubuh.
Contohnya yakni apel, manggis, markisa, kesemek, salak pondoh, duren, dan lain sebagainya.

5. Susu
Sejak kecil kita selalu minum susu. Susu sebagai pelengkap di mana tidak ada kewajiban atau keharusan kita untuk mengkonsumsi atau meminumnya. Namun tidak ada salahnya jika kita minum susu setelah makan, karena mengandung berbagai macam kandungan zat yang berguna.

Kalau kita bisa mempraktekkan pola makan 4 sehat 5 sempurna, yakin bisa memperoleh kondisi badan yang sehat. Tapi memang perlu diimbangkan dengan olah raga dan minum air putih yang banyak.

Pola makan yang tidak 4 sehat 5 sempurna, misalnya makan nasi dan mie. Ini adalah jenis makanan yang sama2 mengandung karbohidrat. Kalo terus2an makan makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat tanpa diimbangkan dengan vitamin, mineral dan olah raga, malah bisa menyebabkan kegemukan.

Jadi Mulai sekarang atur pola makan biar badan menjadi sehat.

C.    Macam-Macam Penyakit dan Cara Pencegahanya
Kita ketahui bahwa penyakit itu beraneka macam. Mulai dari penyakit yang ringan sampai yang berat. Berdasarkan penularannya, penyakit dibedakan menjadi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Adapun cara penularan penyakit bisa melalui:
1.      Saluran pernafasan
Bibit penyakit dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui saluran pernafasan. Seorang penderita mengeluarkan air ludah atau getah hidung atau udara yang mengandung bibit penyakit. Apabila titik-titik ludah atau getah hidung atau udara yang mengandung bibit penyakit tersebut terhirup oleh orang lain yang kebetulan kondisi tubunya lemah, maka orang tersebut akan sakit karena tertular penyakit. Penyakit yang dapat ditularkan melalui saluran pernafasan contohnya: influenza, TBC, batuk, dll.
2.      Saluran pencernaan
Bibit penyakit dapat masuk melalui saluran pencernaan. Bibit penyakit masuk melalui rongga mulut melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi. Hal ini akan terjadi apabila seseorang memakan makanan atau minuman yang tidak bersih atau makanan yang menggunakan peralatan yang tidak bersih atau bisa juga saat makan tidak mencuci tangan terlebih dahulu. Orang ini akan tertular bibit penyakit melalui rongga mulut dan masuk ke saluran pencernaan. Contoh penyakit yang dapat ditularkan adalah: diare, muntaber, dll.
3.      Kulit
Penyakit yang dapat ditularkan melalui kulit bisa berupa penyakit kulit atau bukan penyakit kulit. penyakit pada kulit dapat ditularkan melalui sentuhan langsung dengan si penderita, (contoh penyakitnya yaitu: panu, cacar air, kadas, kurap), dapat juga melalui hubungan tidak langsung yaitu dengan menggunakan barang yang digunakan si penderita, contohnya handuk, atau baju si penderita. Sedangkan penyakit bukan kulit yang dapat ditularkan melalui kulit yaitu penyakit yang menyerang pembuluh darah, misalnya penyakit demam berdarah. Penyakit ini ditularkan melalui perantara serangga (nyamuk) yang mengigit si penderita. Nyamuk  menggigit penderita malaria, lalu nyamuk terebut menggigit orang lain yang tidak terserang penyakit malaria, maka secara tidak langsung orang yang tidak terserang penyakit malaria tertular penyakit malaria dari gigitan nyamuk tersebut.
Macam-macam penyakit:
1.      Penyakit menular
Adalah suatu penyakit yang dengan mudah berkembang ke tubuh lain dengan melalui perantara tertentu (serangga, cacing, protozoa, bakteri, virus, jamur), secara langsung maupun tidak langsung. Yang termasuk penyakit menular yaitu:
a.      TBC
Penyakit tuberculosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikrobakterium tuberkulosa. Bakteri ini berbentuk batang dab bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA). Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bekteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikrobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Penegakkan diagnosis
Apabila dicurigai seseorang tertular penyakit TBC, maka beberapa hal yang perlu dilakuakn untuk menegakkan diagnosis adalah:
1)      Anamnesa baik terhadap pasien maupun keluarga.
2)      Pemeriksaan fisik.
3)      Pemeriksaan laboretorium (darah, dahak, cairan otak).
4)      Pemeriksaan patologi anatomi (PA).
5)      Rontgen dada (thorax photo).
6)      Uji tuberculin.

b.      Kolera
Kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus. Sifat kolera akut, penyebabnya bakteri Vibrio cholerae. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Di dalam usus bakteri mengeluarkan enterotoksin (racunnya). Akibatnya penderita terserang diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat. Akibat lanjut, penderita kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi yang bisa mematikan.
Pencegahan
Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah dengan prinsip sanitasi lingkungan, terutama kebersihan air dan pembuangan kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Lainnya ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu, cuci tangan dengan bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik, cuci sayuran dangan air bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan), hindari memakan ikan dan kerang yang dimasak setengah matang. Bila dalam anggota keluarga ada yang terkena kolera, sebaiknya diisolasi dan secepatnya mendapatkan pengobatan. Benda yang tercemar muntahan atau tinja penderita harus di sterilisasi, searangga lalat (vektor) penular lainnya segera diberantas. Pemberian vaksinasi kolera dapat melindungi orang yang kontak langsung dengan penderita.

c.       Penyakit kulit (jamur kulit)
Ada beberapa macam penyakit kulit, yaitu:
1)      Kudis
Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut scabies, memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat, kunci paha dan terkang di selang jari tangan atau kaki.
Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci sperai tempat tidur, handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.
2)      Kurap
Penyakit Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungsi. Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat baian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda. Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang sempurna, menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.
Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
3)      Panau
Panau atau panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita. Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panu juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioleh pada kulit yang terserang Panau.
d.      Flu/pilek
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan. Penyakit ini termasuk jenis penyakit yang cepat sekali menular. Gejala dari penyakit ini adalah  menggigil, demam, sakit kepala, nyeri otot punggung, tubuh terasa lemas, lelah, berkeringat, kerongkongan terasa sakit, batuk - batuk, hidung berair, serta suhu tubuh meninggi.
Cara mengobati penyakit influenza adalah dengan cara mengkonsumsi air putih  sebanyak-banyaknya dan istirahat yang cukup. Dan minum minuman perda pilek/obat flu.

2.      Penyakit tidak menular
Penyakit jenis ini tidak dapat ditularkan dari penderita kepada orang lain. Penyakit ini merupakan penyakit non infeksi yang penyebabnya bukan mikroorganisme. Biasanya penyakit ini terjadi karena pola hidup yang kurang sehat seperti merokok, cacat fisik, penuaan usia, dan gangguan kejiwaan.
Jenis Penyakit Tidak Menular antara lain :
a.      Hipertensi                                 
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya.
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.
Penyebab hipertensi:
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.

b.      Diabetes mellitus
Diabetes mellitus adalah penyakit yang bisa disebut "silent killer". Sering kali seorang penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kencing manis.
Jika tidak segera ditangani dengan cepat, diabetes mellitus akan menimbulkan berbagai komplikasi penyakit yang akan menurunkan produktivitas kerja si penderita.
Penyebab diabetes
Penyakit ini timbul jika kadar gula darah seseorang terlalu tinggi. Pankreas tidak mampu menghasilkan hormon insulin yang berguna mengubah glukosa di dalam darah menjadi zat gula darah.
Glukosa adalah bahan energi yang dibutuhkan oleh seluruh sel di dalam tubuh. Sementara itu, tugas insulin adalah menstimulasi sel untuk mengabsobsi glukosa dari darah. Pada penderita diabetes, sel tidak mampu mengabsorbsi glukosa secara normal. Akibatnya glukosa menumpuk di dalam darah dan menyebabkan diabetes.
Pencegahan diabetes:
1)      Berolahraga yang teratur.
2)      Tidak merokok
3)      Menjaga berat ideal badan agar tidak terjadi obesitas
4)      Melakukan pengawasan kadar glukosa dalam darah secara mandiri di rumah
5)      Check up kesehatan menyeluruh di rumah sakit
6)      Memeriksakan mata secara teratur
7)      Mengatur penggunaan gula yang rendah kalori

c.       Rematik
Rematik merupakan penyakit anak-anak dan remaja.Biasanya penyakit ini mulai terjadi 1 sampai 3 minggu setelah seseorang menderita pharyngitis. Di Amerika Serikat, telah dikembangkan antibiotik untuk mengatasi penyakit ini.
Akan tetapi dengan menggunakan antibiotik agaknya masih menemui jalan buntu dikarenakan pengaruhnya terhadap kesehatan organ hati.
Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa demam rematik lebih sering dialami oleh anak gadis dibandingkan anak lelaki. Namun setelah mencapai dewasa, ukuran tentang jenis kelamin mana yang lebih sering terkena sudah mulai kabur.
Ini sangat tergantung dengan sistem imunitas seseorang dan lingkungan mereka berada.
Penyebab:
Demam rematik diakibatkan oleh kombinasi infeksi bakteri dan lemahnya sistem imunitas tubuh seseorang. Penyakit ini bermula dari infeksi pada tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus.
Setelah bakteri masuk ke dalam tubuh, ia akan berkembang dan menyebabkan demam disertai flu. Dalam banyak kasus, anak-anak lebih mudah terserang infeksi pada tenggorokan. Flu ini akan berkembang menjadi demam rematik.
Pengobatan:
1)      Jika anda mencurigai demam rematik, temui petugas kesehatan. Pada penyakit ini, terdapat kemungkinan bahaya kerusakan jantung.
2)      Minumkan aspirirn dengan takaran besar. Seorang anak yang berusia 12 tahun dapat minum sampai 2 atau 3 tablet @ 300 mg, 6 kali sehari. Minumkan aspirin bersama-sama susu atau sedikit soda bicarbonat, untuk menghindarkan sakit pada lambung. Jika mulai berdering, kurangi takaran.
3)      Berikan penicilin, 400.000 unit per tablet, 1 tablet 4 kali sehari selama 10 hari.
Pencegahan:
1)      Untuk mencegah demam rematik, obati pharyngitis segera dengan penicilin selama 10 hari.
2)      Untuk mencegah kambuhnya demam rematik dan tambahan kerusakan jantung, anak yang pernah menderita demam rematik harus mendapatkan penicillin selama 10 hari, begitu ada tanda pertama sakit leher. Jika tanda-tanda kerusakan jantung telah terlihat, anak tersebut harus mendapat penicillin secara teratur mendapatkan suntikan benzathin penicillin setiap bulan, mungkin selama hidupnya. Ikutilah nasehat seoarang dokter atau petugas kesehatan yang berpengalaman.
Secara umum untuk mencegah penyakit menular maupun tidak menular yaitu dengan cara:
1)      menjaga kebersihan lingkungan
Sampah, kotoran yang menumpuk, drainase yang kotor serta ventilasi/lubang untuk pertukaran udara di dalam rumah yang buruk bisa menjadi sebab timbul penyakit.  Lingkungan yang sehat dapat mencegah penularan penyakit.
2)      Cuci tangan dengan sabun
Biasakanlah untuk mencuci tangan sebelum melakukan aktivvitas lain, seperti saat mau makan. Tangan menjadi media perantara kuman maupun mikroorganisme yang lain. Saat kita tanpa sengaja memgang bekas ludah atau kotoran, maka penyakit dengan mudah tertular.
3)      Olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup.
Membiasakan diri untuk melakukan kegiatan rutin dengan berolahraga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup mendukung tubuh agar tetap bugar. Pola makan yang seimbang.
Perlunya mengatur pola makan, terutama menu makanan yang sehat.  Hindari makanan yang beresiko terhadap kesehatan seperti minuman bersoda, makanan ringan/snack yang banyak mengandung MSG dan sebagainya.
4)      Pola hidup yang sehat.
Nikmati hidup dengan selalu berpikir positif.  Mulai melakukan pendekatan terhadap agama serta tidak melakukan pergaulan bebas.  Setialah pada satu pasangan Anda.
5)      Pemberian imunisasi.
Sejak BALITA diberikan imunisasi lengkap untuk mencegah penularan penyakit.  Perkuat daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan pola hidup yang sehat karena umumnya penyakit menular menyerang sistem kekbalan tubuh.  Artinya, walaupun telah diimunisasi, saat badan lemah bisa saja tertular.

3.      Penyakit menurun atau bawaan
a.     Alergi
Banyak penelitian ilmiah menyatakan bahwa alergi didasari oleh faktor keturunan. Apabila orang tua memiliki kecenderungan alergi, kemungkinan besar alergi akan diturunkan kepada anak-anaknya. Alergi memiliki reaksi yang bermacam-macam, bahkan ada yang dapat membahayakan jiwa. Alergi yang dipicu oleh allergen yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa alergi yang reaksinya mengancam nyawa diantaranya adalah alergi kacang dan alergi sengatan tawon, dapat menyebabkan sesak nafas.
b.     Albino
Albino adalah penyakit yang terjadi karena hilangnya pigmen atau zat warna kulit. Padahal pigmen memiliki fungsi sebagai pelindung kulit dari sinar ultraviolet. Oleh karena itu orang yang mengalami albino rentan terhadap kanker kulit jika terpapar sinar matahari secara terus menerus. Albino sendiri berasal dari bahasa latin Albus yang artinya putih. Meskipun putih, namun ini adalah bukan putih sehat.
c.     Buta warna
Buta warna adalah suatu keadaan yang tidak normal pada sel mata karena sel kerucut telah rusak sehingga tidak mampu menangkap warna tertentu. Pada umumnya buta warna adalah disebabkan oleh faktor genetik, dimana ansestornya memiliki penyakit buta warna. Penderita buta warna tidak dapat mengenali satu atau beberapa warna sekaligus.
e.       Kanker payudara
Penyakit ini adalah penyakit yang ditakuti oleh perempuan, meskipun sebenarnya penyakit kanker jenis ini bisa juga mengancam kaum pria. Kanker ini menyerang pada jaringan payudara atau sekitar sel mamae. Gejala yang dialami pada umumnya kulit berwarna kemerahan, berisisik dan menebal di sekitar area payudara dan puting. Jika sudah memasuki fase lebih lanjut, maka dapat mengeluarkan cairan dari puting, namun bukan ASI. Gejala yang paling umum dapat dideteksi adalah adanya benjolan atau bengkak pada payudara.
Penyebab dan faktor resiko:
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, namun terdapat beberapa keadaan yang dianggap dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya kanker payudara. Meskipun demikian, tidak berarti mereka yang tidak memiliki faktor resiko, tidak dapat terkena kanker payudara.
Factor-faktor resiko kanker payudara antara lain:
1)      Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara (ibu, nenek, saudara perempuan).
2)      Mens pertama pada usia muda, menopause yang terlambat
3)      Wanita yang tidak punya anak, atau melahirkan anak pertama pada usia > 30 tahun.
4)      Pernah terdapat tumor/kanker payudara sebelumnya
5)      Mendapatkan terapi pengganti hormon jangka panjang
6)      Faktor-faktor lain: obesitas/konsumsi tinggi lemak, konsumsi alkohol berlebih, mutasi genetik.
Untuk deteksi adanya kanker payudara dilakukan:
1)      SADARI (Periksa Payudara Sendiri)
Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi (7-10 hari setelah menstruasi hari pertama), payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan.
Caranya:
Lihat adanya kelainan pada payudara seperti:
a)      Adanya benjolan
b)      Kulit bersisik sekitar putting
c)      Puting susu keluar darah/cairan lain
d)     Cekungan pada kulit payudara/seperti kulit jeruk
e)      Perubahan bentuk/ukuran

2)      Jika tidak terlihat kelainan, lakukan pemeriksaan lagi dengan cara:
Pemeriksaan Medik, Pemeriksaan Payudara secara berkala oleh tenaga medis (dokter).
3)      Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan payudara dengan alat-alat penunjang seperti mamografi, USG, biopsi.
Mamografi adalah pemeriksaan payudara dengan suatu alat dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mamografi adalah seminggu setelah selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mamogram.
Wanita usia 40-49 tahun sebaiknya diperiksa setiap 2 tahun sekali, sedangkan usia >50 tahun , sebaiknya diperiksa secara berkala tiap tahun.
USG : pemeriksaan USG pada payudara, bukan untuk tujuan skrining, melainkan untuk lebih meyakinkan. Alat USGnya pun harus khusus.
Biopsi adalah operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan dari benjolan, kemudian diperiksa di bawah mikroskop laboratorium patologi anatomi.















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kesehatan tidak hanya sehat secara fisik saja, tetapi juga sehat secara rohani dan sosialnya. Untuk mendapatkan kesehatan tersebut, kita harus melakukan upaya-upaya agar lingkungan sekitar kita selalu bersih sehingga terhindar dari kuman dan bibit penyakit. Untuk tetap bisa sehat, kita harus melakukan: Memeperbaiki kesehatan lingkungan, mencegah dan memberantas penyakit infeksi, mendidik masyarakat tentang prinsip-prinsip kesehatan,  mengkoordinasi tenaga-tenaga kesehatan untuk melayani pengobatan dan perawatan, mengembangkan upaya masyarakat untuk mencapai tingkatan hidup yang setinggi-tingginya
Penyakit dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu: penyakit yang dapat menular, penyakit yang tidak menular dan penyakit bawaan atau keturunan. Untuk penyakit yang dapat menular contohnya: flu, TBC, malaria, penyakit kulit, kolera, demam berdarah dll. Sedangkan untuk penyakit yang tidak menular adalah: reumatik, hipertensi, dan diabetes mellitus. Untuk penyakit bawaan atau keturunan contohnya: kanker payudara, kebotakan, albino, asma, hemophilia dll.
Cara pencegahan baik penyakit menular maupun tidak menular yaitu dengan cara:  menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, olah raga teratur dan istirahat cukup, pola hidup sehat dan imunisasi bagi balita.
B.       Saran
Kesehatan merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Oleh karena itu kita harus menjaga kesehatan agar kita dan mencegah agar tubuh kita tidak mudah terserang penyakit. Minimal dari diri kita terlebih dahulu, dengan cara menjaga kebersihan di lingkungan kita, mengatur pola hidup sehat, olah raga teratur dan istirahat cukup.  Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MASU